-
Aruna & Lidahnya: Ruwet yang Seksi
Berbicara tentang karya sastra yang bercerita tentang “makanan” atau “kuliner” atau yang bersangkut-paut dengan gastronomi, aku tentu saja tidak bisa melewatkan novel “Aruna dan Lidahnya” karya Laksmi Pamuntjak. Novel ini bahkan pernah difilmkan dengan judul yang sama, dibintangi oleh Dian Sastro dan pasangannya yang amat serasi: Nicholas Saputra. Tapi di sana mereka tidak dipasangkan sebagai kekasih ya, dan itu menyenangkan. 😅 Meski novel ini pernah membuatku mengalami “reading slump”—istilah yang belakangan ngetren untuk mewakili kondisi nggak mood baca, malas baca, dan sejawatnya—tapi syukur akhirnya bisa kuselesaikan juga tahun ini (satu tahun setelah mulai membacanya). Waktu itu aku berhenti baca di tengah-tengah cerita karena menurutku buku ini terlalu ruwet sampai sulit…
-
Menghidangkan Kehangatan Umm Ali: Antara Tradisi, Bisnis, dan Idealisme Rasa
Oum Ali atau Umm Ali adalah national dessert asal Mesir yang kini makin populer secara global. Restoran Timur Tengah atau kafe dengan menu pencuci mulut khas Arab di Indonesia biasanya tidak melewatkan hidangan ini di daftar menu mereka. Rasanya memang se-comfortable dan se-memorable itu di lidah. Cocok sekali dinikmati di kala hujan atau cuaca dingin. Rasanya yang creamy, aroma kayu manisnya yang harum, serta perpaduan teksturnya yang lembut sekaligus crunchy, langsung memanjakan lidah begitu sendokan pertama tersuap ke mulut. Dessert ini sebenarnya mudah sekali dibuat. Aku sendiri sering membuatnya untuk dinikmati sendiri dengan versi topping yang lebih premium. Sementara untuk keperluan jualan, aku membuatnya dengan versi yang lebih disesuaikan demi…
-
Umm Ali: Kisah Berdarah di Balik Hangatnya Dessert Pelukan Jiwa
Sejarah telah menggariskan bahwa Umm Ali lahir dari rahim sebuah tragedi yang pekat. Ia adalah sebuah perayaan manis di atas puing-puing konflik yang melelahkan, sebuah simbol rasa syukur bahwa badai besar dan pertumpahan darah di dalam istana itu akhirnya telah berlalu. Kalau ditanya dessert apa yang paling membuatku merasa dipeluk diam-diam oleh semesta, aku akan langsung menjawab: Umm Ali. Namanya memang tidak terdengar seperti hidangan penutup, melainkan seperti nama seorang ibu keturunan Arab. Tapi, mungkin maknanya memang sengaja dihadirkan begitu. Nama Umm Ali disematkan pada hidangan ini karena konon dinamai berdasarkan sosok yang mencetuskannya—atau lebih tepatnya, yang memerintahkan pembuatannya. Karena jujur saja, kita tidak pernah tahu apakah Umm Ali benar-benar…