• Bermacam Ulasan,  Ulasan Buku

    Antara Sejarah, Nasi, dan Indische Keukeun: dari Jejak Rasa Nusantara

    “Sadjarwo tampaknya menyadari bahwa urusan memasak tak hanya berkaitan dengan ruang dapur saja, tetapi juga budaya literasi.” — Fuadly Rahman, Jejak Rasa Nusantara, halaman 262. Aku adalah orang yang percaya bahwa makanan tidak pernah hanya sesederhana memenuhi perut dengan makanan. Di baliknya akan ada banyak cabang yang jika dihubungkan akan saling menjalin seperti rhizoid, seperti akar jamur tempe yang membentuk jaringan dan saling terkoneksi. Kesehatan, pertanian, budaya, ekonomi, politik, kesukuan, ras, nasionalisme, agama, dan hal-hal lain yang mungkin tidak terbayangkan sebelumnya. Dan begitulah buku ini membuka salah satu cakrawala tentang peran makanan dalam pembentukan bangsa kita. Jejak Rasa Nusantara: Sejarah Makanan Indonesia oleh Fuadly Rahman, terbit tahun 2016 di bawah…

  • Esai Gastronomi

    Umm Ali: Kisah Berdarah di Balik Hangatnya Dessert Pelukan Jiwa

    Sejarah telah menggariskan bahwa Umm Ali lahir dari rahim sebuah tragedi yang pekat. Ia adalah sebuah perayaan manis di atas puing-puing konflik yang melelahkan, sebuah simbol rasa syukur bahwa badai besar dan pertumpahan darah di dalam istana itu akhirnya telah berlalu. Kalau ditanya dessert apa yang paling membuatku merasa dipeluk diam-diam oleh semesta, aku akan langsung menjawab: Umm Ali. Namanya memang tidak terdengar seperti hidangan penutup, melainkan seperti nama seorang ibu keturunan Arab. Tapi, mungkin maknanya memang sengaja dihadirkan begitu. Nama Umm Ali disematkan pada hidangan ini karena konon dinamai berdasarkan sosok yang mencetuskannya—atau lebih tepatnya, yang memerintahkan pembuatannya. Karena jujur saja, kita tidak pernah tahu apakah Umm Ali benar-benar…